About The Author

This is a sample info about the author. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis.

Get The Latest News

Sign up to receive latest news

Selasa, 15 Desember 2009

| 0 komentar |

Masih Selalu Dipertanyakan "HINDU AGAMA MONOTEISME ATAUKAH POLITEISME?"


Kesan apa yang langsung muncul dibenak orang ketika melihat cara sembahyang orang Hindu? mudah ditebak.kesan pertama,pastilah orang Hindu dianggap menyembah patung dan berhala.bukankah secara kasat mata jelas jelas orang Hindu sembahyang di pura sambil menghadap padmasana yang terbuat dari batu?bukankah mereka juga menempatkan patung,gambar dan poster dewa dewi di altar ruang sembahyangnya? Dalam pandangan orang awam,benda benda yang kita gunakan itu dianggap sebagai berhala.

Kesan kedua,orang Hindu memuja dan sembahyang kepada banyak Tuhan. Lihatlah di pura atau kuil Hindu,sedikitnya orang akan dapat menemukan patung tiga dewa . Orang umumnya tahu bahwa orang Hindu sembahyang kepada Tri Murti yaitu Brahma,wisnu,Siwa yang dikenal sebagai tiga dewa tertinggi. Dikatakan sebagai dewa tertinggi, karena sudah bukan hal yang baru,bahwa dalam buku buku tentang Hinduisme di seluruh dunia, orang Hindu dikatakan menyambah 33.000.000 (33 juta) dewa. Bahkan, ada sebuah film dokumenter khusus yang dibuat oleh orang barat dengan judul Hindu 33 Million Gods.Film ini dijadikan referensi penting dalam mempelajari agama dan budaya Hindu di universitas dan perguruan tinggi yang memiliki program perbandingan agama. Orang yang menonton film itu dibuat yakin kebenaran kebenaran anggapan Hindu pemuja banyak Tuhan dalam wujud berhala, karena narasumber utama pembuatan film itu adalah orang Hindu asli India. Selain itu ada kesan bahwa Hindu juga sembahyang peda luluhur. mereka juga menyambah pohon keramat, tempat-tempat angker ataupun benda benda yang mengandung kekuatan ghaib.

Jadi, salahkah bila orang seketika menyimpulkan bahwa hindu adalah agama politeisme/ Begitulah. sebutan bahwa Hindu bersifat politeisme,yaitu mengajarkan pemujaan kepada lebih dari satu tuhan, adalah satu lagi kesalahpahaman orang terhadap ajaran ajaran hindu.kesalahan itu sebenarnya muncul karena penampilan hindu sendiri.

Masalahnya, kesalahpahaman tentang jumlah Tuhan orang Hindu ini berdampak sangat merugikan hindu. Hindu selalu diposisikan sejajar dengan agama agama suku yang memuja banyak dewa , dan tidak mempunyai Tuhan yang esa. Dalam kajian perbandingan agama, Hindu cenderung ditempatkan bersebrangan dengan agama agama monoteisme, yaitu agama yang mengajarkan pemujaan kepada satu Tuhan. Contoh agama yang menyebutdirinya monoteisme dan ajarannya bersumber dari wahyu Tuhan adalah Yahudi,Kristen,Islam.

Lalu,bagaimana dengan kita sendiri sebagai umat Hindu? Apakah kita sudah paham dan tidak bingung dengan konsep ketuhanan dalam Hindu? Mungkin kita bisa dengan bangga menjawab : "Oh, nggak kok, kami tidak bingung.Weda mengajarkan Tuhan itu hanya satu, sama sekali tiada duanya, buktinya ada sloka 'eko narayana na dvityo asti kascit'. Juga dikatakan 'ekam sad viprah bahuda vadanti'. yang artinya 'Hanya satu Tuhan itu,tetapi orang bijaksanalah yang menyebut-Nya dengan banyak nama'. Jadi sudah jelas bukan, kami hanya memuja satu Tuhan!"

Baiklah,secara teori, jawaban kita mungkin sudah sangat memadai, memuaskan, dan masuk akal. Tapi apakh kenyataan di lapangan memang juga sesederhana itu? Apakah kutipan ayat itu telah bisa menjelaskan apa yang terjadi dalam keseharian umat Hindu? Sayangnya, jawabannya adlah belum. Bukannya jadi paham,orang yang berpikir kritis justru akan bertambah bingung mendengar jawaban kita itu. Mengapa? kerena apa yang ditegaskan dalam sloka sloka Weda di atas, seolah bertentangan dengan kenyataan yang ada. Bukankah kenyataanya, dalam Hindu ada banyak sekte yang masing masing menklaim bahwa yang mereka puja adalah Tuhan orang Hindu yang sebenarnya? Bukankah sudah diketahui umum , bahwa dalam Hindu ada dua sekte terbesar yaitu Waisnawa dan Siwaisme?

Maaf, jangan mersa aneh, kalau sering pula orang dibuat bingung dengan Hindu di Indonesia. Para sarjana Hindu menyimpulkan bahwa ajaran agama hindu yang dominan di Indonesia adalah ajaran Siwa Siddhanta. Artinya, Siwa dianggap sebagai Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini terbukti dengan banyak diketemukannya Siwa Linggam di mana mana. Tapi anehnya bukannya Siwa, melainkan hyang Widhi Wasa yang menjadi Tuhan 'resmi' bagi umat hindu di Indonesia. Dan, kebingungan itu akan bertambah, karena selain Hyang Widhi Wasa, ada konsep Brahman yang dianggap sebagai Tuhan tertinggi, sumber asli Tri Murti. Tanpa adanya penjelasan hubungan hirearkis yang tegas dan gamblang antara Brahman, Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Brahma,Wisnu,Siwa,Krishna,kesepuluh awatara, dan dewa dewa lainnya, tidak salah kalau Hindu dianggap punya banyak Tuhan.

Sekali lagi maaf, tulisan ini tidak bermaksud memprotes, menghujat, menyalahkan salah satu pihak, ataupun memprovokasi terjadinya salah paham diantara umat Hindu. Kami bermaksud menyajikan data dan fakta yang menyebabkan Hindu seolah memang 'pantas' disebut politeisme. Dengan fakta fakta di atas, kiranya tidaklah mengherankan kalau umat lain mengira orang Hindu memang memuja banyak Tuhan. Bagi orang Hindu sendiri, kerancuan dan ketidakmengertian terhadap konsep Tuhan menurut Weda ini menjadikan generasi muda Hindu merasa 'tidak dekat' dan 'tidak akrab' dengan Tuhan mereka. Bukankah demikian?

Sekarang, menjadi tugas kita sebagai orang Hindu untuk melakukan intropeksi dan klarifikasi terhadap kesalahpahaman tersebut. Bagaimana caranya? Tidak ada pilihan lain, suka atau tidak suka, kita harus lebih mendalami dan mengkaji kitab kitab Weda. Kita harus memahami secara benar konsep ketuhanan atau teologi yang diajarkan dalam Weda. Benarkah Weda mengajarkan banyak Tuhan? Apa bedanya Tuhan dengan Dewa? Apakah dewa memang sama dengan Tuhan, dan apakah sembahyang kepada Dewa sama dengan Sembahyang kepada Tuhan? Kalau ternyata benar Weda mengajarkan pemujaan Tuhan yang esa,mengapa pemujaan kepada Dewa justru lebih menonjol dalam Hindu?

0 komentar:

Poskan Komentar

You must here