About The Author

This is a sample info about the author. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis.

Get The Latest News

Sign up to receive latest news

Senin, 01 Maret 2010

| 0 komentar |

Poligami Menurut Hindu

QUESTION:

Bagaimana poligami menurut Hindu?

ANSWER:

1. Manawa Dharmasastra yang digunakan sebagai pegangan hukum Hindu atau compendium hukum Hindu pada Buku ke-3 (Tritiyo ‘dhayayah) pasal 5 berbunyi sebagai berikut:

ASAPINDA CA YA MATURA, SAGOTRA CA YA PITUH, SA PRASASTA DWIJATINAM, DARA KARMANI MAITHUNE

Terjemahannya: Seorang gadis yang bukan sapinda dari garis-garis ibu, juga tidak dari keluarga yang sama dari garis bapak dianjurkan untuk dapat dikawini oleh seorang lelaki dwijati.
Tafsirnya: perkawinan yang dianjurkan adalah antara satu orang gadis dan satu orang lelaki di mana keduanya tidak mempunyai hubungan darah yang dekat.

Istilah dwijati dapat ditafsirkan sebagai seorang lelaki yang telah menyelesaikan pelajaran (kuliah) dan mendapat pekerjaan atau mandiri. Rgveda X.27.12:

KIYATI YOSA MARYATO VADHUYOH, PARIPRITA PANYASA VARYENA, BHADRA VADHUR BHAVATI YAT SUPESAH, SVAYAM SA MITRAM VANUTE JANE CIT

Terjemahannya: gadis-gadis tertarik oleh kebaikan yang unggul dari lelaki-lelaki yang hendak mengawininya, seorang gadis beruntung menjadi pemenang dari pilihan seorang lelaki dari kumpulannya. Jadi jelas Hindu melarang poligami.

2. Poligami yang “terpaksa” dilakukan mempunyai berbagai alasan, misalnya karena tidak mempunyai keturunan, atau di jaman dahulu ada yang bertujuan politik, misalnya yang dilakukan oleh Raja-Raja Hindu di Jawa maupun di Bali.
Namun dari kacamata Agama Hindu, tetap saja poligami menyimpang dari hukum Hindu.

3. Poliandri yang dilakukan Drupadi dalam itihasa Mahabharata hendaknya tidak dipandang sebagai perkawinan yang didasari pada kebutuhan sex, tetapi lebih ditekankan pada ajaran etika, yakni: Mentaati perintah Dewi Kunti agar panca Pandawa selalu bersatu dan selalu berbagi dengan saudara-saudara yang lain. Selain itu Drupadi pada kehidupannya yang lampau sebagai seorang gadis tua yang tidak kawin telah memuja Dewa Siwa untuk diberikan suami yang pantas. Permohonannya itu diucapkan lima kali, maka pada penjelmaannya sebagai Drupadi, Dewa Siwa memenuhi permintaan itu dengan memberikannya lima orang suami dari kesatria utama.

0 komentar:

Poskan Komentar

You must here